Tampilkan postingan dengan label Review Prosesor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Prosesor. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2012

Toshiba Luncurkan Jajaran Notebook Ivy Bridge untuk Semua Segmen

Toshiba kembali memperkenalkan berbagai produk komputer terbarunya di bulan Juni 2012 ini. Kali ini, hampir semua notebook yang diperkenalkan telah dilengkapi prosesor Intel Core i generasi ketiga.

Tidak hanya segmen atas yang dibidik oleh Toshiba, tapi juga segmen menengah ke bawah. Untuk pasar mainstream, Toshiba mengandalkan Satellite M800, Satellite L800 dan Satellite C800 yang kesemuanya dipasarkan dengan harga relatif terjangkau. Walaupun diproyeksikan sebagai laptop yang cukup murah, tapi tidak berarti desainnya sembarangan. Satellite M800, misalnya, hadir dalam bodi ramping berlapis logam unik dalam balutan warna Gold Blaze, Blush Pink dan Blue Horizon. Untuk spesifikasi, terdapat pilihan prosesor Intel Core i3 dan Core i5 (baik Sandy Bridge maupun Ivy Bridge) dengan layar 14 inci dan pilihan kartu grafis Intel HD Graphics atau ATI Radeon HD7670.
Sedangkan L800 hadir dalam tiga pilihan ukuran layar; yaitu 13,3 inci, 14 inci dan 15,6 inci. Bodinya sendiri hadir dalam motif baris baru dengan berbagai warna seperti Midnight Black, Luscious Red dan Icy White. Sementara itu, Satellite C800 lebih ditujukan bagi konsumen yang sadar harga, mahasiswa dan pembeli notebook pertama yang membutuhkan perangkat untuk menyelesaikan berbagai tugas di rumah, kantor atau sekolahnya.

Penggemar game juga tidak dilupakan Toshiba, dengan menghadirkan Qosmio X870. Didukung oleh prosesor Intel Quad-Core generasi ketiga, Qosmio X870 hadir dengan layar 17,3 inci Full-HD yang telah dilengkapi teknologi NVIDIA 3D Vision terbaru. Untuk kinerja grafis, digunakan NVIDIA GeForce GTX670M dengan memory DDR5 sebesar 3GB. Kualitas suara dari speaker internal juga akan memukau penggunanya. Pasalnya, Toshiba telah memasukkan dua speaker harman/kardon yang dipadukan dengan teknologi SLipsteram untuk kualitas suara yang lebih jernih.

Sedikit di bawahnya, Anda akan menemukan Toshiba Satellite P850 yang menawarkan layar 15,6 inci 3D bebas kacamata. Spesifikasinya juga patut diandalkan dengan prosesor Intel Core i7 generasi ketiga dan NVIDI GeForce GT630.

Bagi yang sudah ingin membelinya, produk-produk tersebut di atas akan segera hadir bulan Juni dan Juli 2012 di toko komputer kesayangan Anda.












Senin, 07 Mei 2012

Review Prosesor Intel Core i7 Ivy Bridge untuk Notebook


Prosesor Intel yang diperuntukkan bagi kelas notebook akan memasuki babak baru dengan diluncurkannya Prosesor Intel core i 3rd generation dengan nama kode Ivy Bridge yang menggunakan fabrikasi 22 nm. Setelah hampir dua tahun, penamaan Intel core i akan segera masuk ke 3rd generation. 1st generation dari Intel core i mempunyai nama kode Arrandale yang bertahan selama satu tahun. Kemudian, tahtanya digantikan 2nd Generation dengan nama kode Sandy Bridge yang ditemukan di banyak notebook saat ini.
Untuk ke depannya, Anda akan mulai mendapatkan notebook yang menggunakan prosesor Intel Ivy Bridge. Cara membedakannya sangat mudah. Sandy Bridge menggunakan penamaan seri dengan awalan 2xxx, sedangkan Ivy bridge menggunakan awalan 3xxx. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat membaca mengenai arsitektur Intel Ivy Bridge di artikel Teknologi Terbaru di Balik Intel Ivy Bridge. Satu minggu sebelum hari ini (Selasa, tanggal berakhirnya NDA Ivy Bridge), kami mendapatkan kiriman dua notebook yang telah dilengkapi dengan prosesor Intel i7 3610M Ivy Bridge.

Notebook pertama adalah notebook kelas gaming yang mengusung spesifikasi dan fitur di luar batas kewajaran. Bagaimana tidak? Selain prosesor Intel terbaru Ivy Bridge, notebook ini mengusung mSATA berkapasitas 60 GB x 2 unit yang di-Raid-0 + Hard disk 750 GB, memory SODIMM 4 keping x 4 GB (yang berarti total 16 GB), dan sebuah graphics NVIDIA GeForce GTX670M Optimus! Notebook ini juga dilengkapi dengan layar sebesar 15.4” dengan resolusi Full HD1080P, Optical drive Blu-ray, 3 port USB3.0, eSATA, tata suara dari DynAudio, dan mode Turbo yang akan meng-overclock prosesor bila Anda memerlukan kinerja yang tinggi. Spesifikasi monster dinotebook monster? Bagaimana menurut Anda?
Notebook kedua merupakan notebook kelas entertainment yang menggunakan prosesor Intel i7 3610M Ivy bridge, memory DDR3 SODIMM 6 GB, hard disk 750 GB, dan graphics NVIDIA GeForce GTX560M optimus. Selain spesifikasi tersebut, notebook ini dilengkapi dengan layar 15” dengan resolusi Full HD1080P, Optical drive Blu-ray, 4 port USB3.0, dan sistem tata suara dari Bang&Olufsen.

Spesifikasi Notebook


Notebook Sandy Bridge + Hard disk Notebook Ivy Bridge + SSD Notebook Ivy Bridge + Hard disk
Processor Intel Core i7 2670M Sandy Bridge Intel Core i7 3610M Ivy Bridge Intel Core i7 3610M Ivy Bridge

2.2GHz up to 3.1GHz L3 6MB 2.3GHz up to 3.1GHz L3 6MB 2.3GHz up to 3.1GHz L3 6MB
Memori DDR3 SODIMM 4GB DDR3 SODIMM 16GB DDR3 SODIMM 6GB
Storage Hard disk 500GB SATA Mini SSD 60GB x 2 Raid-0 Hard disk 750GB SATA
Graphics intel GMA 3000+NVIDIA GT630M intel GMA 4000+NVIDIA GTX670M intel GMA 4000+NVIDIA GTX560M
Layar 14″ 1366×768 15″ 1920×1080 15″ 1920×1080
OS Windows 7 Home Premium 64bit Windows 7 Ultimate 64bit Windows 7 Profesional 64bit
Hanya dalam waktu yang relatif singkat, kami akan menghadirkan artikel pengujian Ivy Bridge di kedua notebook tersebut bagi Anda. Namun, yang harus Anda ingat, nilai yang didapat di notebook pertama bukan merupakan sebuah patokan murni dari prosesor Intel Ivy Bridge, mengingat spesifikasi yang terpasang di notebook monster ini ada di luar batas kewajaran yang bisa Anda dapatkan di pasaran. Anda bisa menjadikan notebook kedua sebagai patokan. Spesifikasi yang diusung oleh notebook kedua masih tergolong tinggi, tetapi masih ada dalam batas kewajaran.
Untuk awal artikel, kami hanya akan menyuguhkan kinerja dari prosesor saja dan membandingkan dengan prosesor Intelcore i7 Sandy Bridge. Nantinya, Anda akan kami ajak untuk melihat kinerja dari graphics Intel HD4000 dan NVIDIA GeForce GTX670 pada artikel terpisah. Selamat menikmati dan pantau terus kelanjutan artikel Intel Ivy Bridge untuk kelas notebook!


Prosesor yang digunakan kedua notebook ini sama persis: Intel core i7 3610M Ivy Bridge yang berjalan di 2.3 GHz. Prosesor tersebut telah dilengkapi fitur Turbo Boost hingga dapat mencapai kecepatan 3.1 GHZ bila Anda menjalankan aplikasi yang memerlukan kinerja tinggi. Untuk konsumsi daya, prosesor ini mempunyai TDP sebesar 45W. Di dalam prosesor telah tertanam graphics Intel HD4000 yang cukup bertenaga untuk menjalankan game 3D di pengaturan dan resolusi tertentu. Selain itu, Intel Core i7 3610M Ivy Bridge mempunyai L3 cache sebesar 6 MB.


Pengujian

Sysmark 2007

Di tes menggunakan Sysmark 2007, benchmark ini akan menjalankan aplikasi-aplikasi sebagai berikut.
  • Adobe® After Effects® 7
  • Adobe® Illustrator® CS2
  • Adobe® Photoshop® CS2
  • AutoDesk® 3ds Max® 8
  • Macromedia® Flash 8
  • Microsoft® Excel 2003
  • Microsoft® Outlook 2003
  • Microsoft® PowerPoint 2003
  • Microsoft® Word 2003
  • Microsoft® Project 2003
  • Microsoft® Windows Media™ Encoder 9 series
  • Sony® Vegas 7
  • SketchUp 5
  • WinZip® 10.0
Sysmark 2007 secara bergantian akan menjalankan aplikasi tersebut secara otomatis, menjalankan berbagai pekerjaan sesuai dengan lingkup kerja dan kegunaannya. Di akhir tes, Anda akan disuguhkan berbagai angka yang akan menunjukkan kinerja dari sebuah sistem notebook atau desktop. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik.



Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa prosesor Intel Core i7 3610M Ivy Bridge dengan hard disk dapat mengungguli prosesor Intel Core i7 2670M Sandy Bridge dengan hard disk. Terdapat perbedaan sekitar 10 persen. Namun, lain ceritanya bila Anda menemukan sebuah Intel Core i7 3610M Ivy Bridge dengan SSD. KKinerjanya dapat meningkat hingga lebih dari 30 persen! Perbedaan nilai antara notebook Intel Core i7 3610M Ivy Bridge lebih disebabkan oleh storage yang dipasang dan aplikasi yang menyenangi kinerja storage yang tinggi.

MediaShow Expresso 6

MediaShow Espresso 6.0 merupakan versi terbaru dari aplikasi transcoding video populer. Aplikasi ini mampu mengubah satu format video ke format video lainnya (seperti video format Blackberry, Apple iPhone, dan lain-lain). Salah satu kelebihan aplikasi ini adalah dukungan terhadap fitur AMD (ATI) Stream, NVIDIA CUDA, bahkan di versi terbaru aplikasi ini mendukung Intel Quick Sync. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Wow? Ucapan itulah yang terucap ketika kami melihat waktu yang dibutuhkan untuk proses  transcoding yang terpampang di layar notebook. Ternyata, prosesor Ivy Bridge dapat melakukan pekerjaan transcoding ini jauh lebih cepat dibandingkan pendahulunya. Untuk sebuah file sebesar 150 MB dengan resolusi full HD 1080P, sebuah prosesor Intel Core i7 3610M Ivy Bridge hanya memerlukan waktu 4-5 detik dengan menggunakan Quicksync untuk melakukan encoding menjadi sebuah file dengan resolusi 720P.
Lain cerita untuk transcoding dari file yang sama. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah file film 1080P menjadi 320P memerlukan waktu sekitar 25-24 detik. Dengan menggunakan tenaga CPU dengan Quicksync, perbedaan waktu yang diperlukan tidaklah terlalu jauh.

Sumber:  http://www.jagatreview.com/2012/04/review-prosesor-intel-core-i7-ivy-bridge-untuk-notebook/